Waspada Diabetes Melitus: Gaya Hidup dan Faktor Risiko Penyebab Penyakit “Gula”

PANGKALPINANG, LINESNEWS.CO.ID – Diabetes Melitus atau yang sering dikenal sebagai penyakit gula, kini menjadi salah satu masalah kesehatan utama yang terus meningkat jumlah penderitanya di dunia maupun di Indonesia.Kamis (9/4/26)

Dalam sesi edukasi kesehatan yang disampaikan oleh Dr. Shreen Tanzia dari Primaya Hospital, dijelaskan secara mendalam mengenai apa itu diabetes, bagaimana mekanismenya, serta faktor apa saja yang memicunya.

Indonesia Urutan Kelima Dunia,Dr. Shreen menjelaskan bahwa Diabetes Tipe 2 adalah jenis yang paling banyak ditemukan dan sangat berkaitan erat dengan gaya hidup atau lifestyle.

“Di dunia, negara dengan penderita terbanyak adalah Tiongkok karena jumlah penduduknya yang besar. Sedangkan Indonesia berada di urutan kelima dengan jumlah penderita mencapai sekitar 19,5 juta jiwa,” ungkap Dr. Shreen.

Meskipun prevalensi tertinggi banyak ditemukan pada usia lanjut (55-75 tahun), saat ini kasus mulai banyak ditemukan pada usia muda bahkan mulai terdeteksi sejak usia produktif. Hal ini merupakan manifestasi dari pola hidup yang dijalani sejak muda.

Mekanisme Insulin: Ibarat “Kunci” Pintu Sel

Lalu, bagaimana sebenarnya diabetes terjadi? Dr. Shreen membandingkan insulin dengan sebuah kunci.

Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas. Fungsinya adalah membantu glukosa (gula) dari makanan masuk ke dalam sel tubuh untuk diubah menjadi energi.

“Ibaratkan insulin itu adalah kunci, dan sel tubuh adalah pintu rumah. Ketika kita makan, pankreas mengeluarkan kunci (insulin) untuk membuka pintu sel agar gula bisa masuk. Namun, pada penderita diabetes, ‘kunci’ ini rusak atau jumlahnya kurang, sehingga pintu tidak bisa terbuka,” jelasnya.

Akibatnya, gula menumpuk di dalam darah dan tidak bisa digunakan sebagai energi. Pankreas akhirnya bekerja terlalu keras hingga mengalami kelelahan atau kerusakan, sehingga kadar gula darah meningkat drastis.

Faktor Risiko yang Harus Diwaspadai

Siapa saja yang berisiko terkena penyakit ini? Menurut Dr. Shreen, faktor utamanya meliputi:

Gaya Hidup Sedenter: Jarang bergerak atau olahraga.

Pola Makan Buruk: Sering mengonsumsi makanan tinggi gula, tinggi garam, dan tinggi lemak.

Berat Badan Berlebih: Indeks Massa Tubuh (IMT) di atas 25 dikategorikan over weight hingga obesitas.

Kadar Kolesterol & Trigliserida Tinggi: Kolesterol jahat (LDL) tinggi dan kolesterol baik (HDL) rendah, serta trigliserida di atas normal.

Riwayat Penyakit Lain: Seperti hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Faktor Genetik/Usia: Keluarga ada yang menderita diabetes atau memasuki usia lanjut.

Kenali Gejala “3P” , Masyarakat diminta waspada jika mengalami gejala khas diabetes yang dikenal dengan istilah 3P:

Polidipsia (Sering Haus): Darah menjadi kental sehingga tubuh membutuhkan banyak cairan.

Poliuri (Sering Buang Air Kecil): Karena banyak minum, maka frekuensi pipis juga meningkat.

Polifagia (Sering Lapar): Meskipun sudah makan, tubuh tetap merasa lapar karena gula tidak bisa masuk ke sel sebagai energi.

Gejala lain yang perlu diperhatikan:

Berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas.

Sering kesemutan atau rasa baal di tangan dan kaki akibat gangguan saraf.

Gatal-gatal atau infeksi jamur, terutama pada area kewanitaan, karena daya tahan tubuh menurun dan bakteri mudah berkembang biak.

“Penyakit ini sering disebut silent killer, karena kadang tidak terasa sakit tapi perlahan merusak organ tubuh. Oleh karena itu, pola hidup sehat adalah kunci utama pencegahannya,” pungkasnya.yayuk/LN

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *