PANGKALPINANG, LINESNEWS.CO.ID – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung atau lebih di kenal dengan sebutan Negeri Serumpun Sebalai akan dijadikan lokasi syuting film layar lebar yang berjudul “Suamiku Lukaku” yang mana tentunya dari film ini akan mengangkat kisah nyata.
Film yang disutradarai oleh oleh Sharad Sharan ini akan mulai proses syuting pada 11 Juli hingga 2 Agustus 2025. Tentunya sejumlah artis papan atas Indonesia turut membintangi film ini, antara lain Acha Septriasa, Baim Wong, Raline Shah, Ayu Azhari, Mathias Muchus, serta talenta lokal dari Bangka Belitung yang terlibat beradu akting.
Film ini juga melibatkan penulis skenario Titin Watimena dan disutradarai bersama Viva Westi, dengan harapan menyuguhkan kisah yang kuat, emosional namun tetap membumi, sarat nilai budaya dan religius khas daerah.
Sutradara Sharad Sharan mengatakan film ini menceritakan tentang bagaimana menjaga wanita di Indonesia dan film ini diangkat dari kisah nyata dari kehidupan sehari-hari.
“Saya harap melalui film ini bisa membuat Bangka menjadi lebih dikenal seperti film negeri laskarpelangi dan meningkatkan pariwisata di daerah ini,” ujarnya.
Dia menceritakan, alasan memilih Bangka untuk menjadi lokasi syuting dari filmnya karena ia melihat
keindahan alam Bangka yang sangat luar biasanya indahnya. Sebelumnya ia telah melakukan survei lokasi selama hampir dua bulan.
“Saya ingin penonton dari seluruh dunia melihat betapa cantiknya Bangka. Lokasi syuting kami mulai dari Mentok, Pangkalpinang, hingga Desa Kurau Kabupaten Bangka Tengah,” ungkapnya.
Dia menyebutkan, target syuting film “Suamiku Lukaku” selesai pada 2 Agustus 2025 dan akan ditanyakan tahun depan di seluruh bioskop di Indonesia. Bahkan sampai ke luar negeri.
“Saya ingin film ini tayang tidak hanya di Indonesia, tapi juga di Malaysia, Brunei, Singapura, dan Thailand,” pungkasnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Babel Hellyana menyatakan dukungannya terhadap produksi film layar lebar berjudul “Suamiku Lukaku” yang akan mengambil lokasi syuting di sejumlah titik wisata Bangka.
Dukungan itu disampaikan saat temu ramah denga para artis, Kamis (10/7/2025).
Hellyana berharap film ini bisa menjadi salah satu cara untuk mempromosikan pariwisata di Bangka Belitung.
“Alhamdulillah, film ini akan menjadi salah satu cara untuk membuka cakrawala berpikir masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pariwisata di Bangka Belitung,” katanya.
“Saya berharap film ini bisa menjadi momentum kolaborasi berbagai pihak untuk mengangkat potensi wisata Babel. Film bisa jadi alat kuat mempromosikan pariwisata dan menggerakkan ekonomi kreatif daerah,” sambungnya.
Disisi lain, Hellyana juga menceritakan kenangannya di masa sekolah saat transportasi laut dari Jakarta ke Bangka begitu aktif, dan berharap ke depan akan ada jalur transportasi laut seperti kapal ekspres atau bahkan kapal pesiar yang dapat mendongkrak kunjungan wisatawan.
“Kalau Bangka belum sepenuhnya terbuka, maka film ini bisa menjadi ‘pemaksa halus’ untuk mendorong semangat gotong royong dan kerja sama semua elemen agar Babel lebih dikenal,” tuturnya.
Selain itu, film “Suamiku Lukaku” diharapkan dapat menjadi ikon baru kebangkitan pariwisata Babel, seperti halnya film “Laskar Pelangi” yang sukses mengangkat Belitung ke mata dunia. Dengan latar keindahan alam dan kearifan lokal Bangka, film ini digadang-gadang mampu memikat hati penonton dan menarik wisatawan datang langsung ke daerah.
“Semoga film ini bukan hanya hiburan, tapi juga menjadi jembatan bagi Bangka Belitung menuju panggung pariwisata dunia,” harapnya.
Acha Septriasa, salah satu pemain film ini, berharap film ini bisa memberikan pesan yang besar untuk masyarakat Indonesia.
“Judulnya ‘Sumi Ku Luka Ku’ dan kami semua sebagai pemain ingin mendukung film ini dengan permainan yang terbaik,” kata Acha.
“Syuting film ini akan dimulai pada Jumat, 11 Juli 2025, dan akan berlangsung selama beberapa minggu. Film ini juga akan melibatkan pemain lokal dari Bangka Belitung,” tambahnya.
Ayu Azhari menambahkan, dirinya sebagai putri daerah asal Bangka Belitung tentu sangat bangga melalui film ini bisa mengangkat potensi yanh ada di Bangka Belitung ini.
“Saya asli dari Bangka Belitung dan saya punya ikatan emosional yang kuat dengan Bangka. Melalui
film ini bukan hanya potensi pertambangan saja yang di kenal tapi banyak potensi lain yg bisa di angkat salah satunya wisata. Dan saya berharap ekonomi kreatif di Bangka bisa maju dengan pesat dan bisa menjadi benteng ekonomi daerah,” harapnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Babel dari Fraksi PDI Perjuangan, Elvi Diana, menyambut b
aik kehadiran film ini sebagai langkah strategis promosi wisata.
“Ini adalah cara kreatif untuk meng-endorse destinasi wisata kita, terutama Bangka Barat. Kami dari DPRD dan pemerintah kabupaten siap mendukung penuh produksi ini,” ujarnya.
Dinas Pariwisata dan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat juga menyatakan dukungannya secara penuh. Kehadiran para aktor dan kru film nasional ini diyakini akan memberi dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal.












