Reses di Bangka Selatan, Yogi Maulana: Kawal Perbaikan Jalan Tran Pulau Besar – Bedengung yang Rusak Parah

Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari daerah pemilihan Bangka Selatan, Yogi Maulana, melaksanakan kegiatan reses Masa Sidang II Tahun 2026 di Desa Bedengung dan Desa Tanjung Labu, Kabupaten Bangka Selatan. Jumat (15/05/2026) Kegiatan reses tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi, mulai dari infrastruktur jalan, penerangan jalan umum, pendidikan, hingga kebutuhan bantuan bagi nelayan.

PANGKALPINANG,LINESNEWS.CO.ID – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari daerah pemilihan Bangka Selatan, Yogi Maulana, melaksanakan kegiatan reses Masa Sidang II Tahun 2026 di Desa Bedengung dan Desa Tanjung Labu, Kabupaten Bangka Selatan. Jumat (15/05/2026) Kegiatan reses tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi, mulai dari infrastruktur jalan, penerangan jalan umum, pendidikan, hingga kebutuhan bantuan bagi nelayan.

Dalam dialog yang berlangsung hangat dan terbuka itu, Yogi Maulana menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat hingga ke tingkat provinsi. Salah satu persoalan utama yang disampaikan warga ialah kondisi jalan provinsi menuju kawasan Tran Pulau Besar hingga Desa Bedengung yang mengalami kerusakan cukup parah dan dinilai menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Yogi menyampaikan bahwa infrastruktur jalan merupakan urat nadi pertumbuhan ekonomi desa dan harus menjadi perhatian serius pemerintah.

Yogi maulana dengan masyarakat desa bedengung “Jalan ini bukan hanya akses penghubung, tetapi jalur penting bagi masyarakat untuk menggerakkan roda ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan. Saya akan kawal serius agar perbaikan jalan ini menjadi prioritas pemerintah provinsi,” tegas Yogi Maulana.

Selain persoalan jalan, masyarakat juga mengusulkan pengadaan lampu jalan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga, terutama pada malam hari. Aspirasi lain yang turut menjadi perhatian ialah pembangunan dan peningkatan infrastruktur di Desa Tanjung Labu, termasuk sektor pendidikan dan bantuan penunjang bagi para nelayan.

Dalam kegiatan tersebut, Yogi Maulana turut melibatkan dan berkoordinasi dengan dinas terkait seperti Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum agar setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat langsung ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing. Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Yogi juga menyerap berbagai masukan terkait program nasional dan penguatan ekonomi desa.

Di Desa Tanjung Labu, masyarakat menyampaikan bahwa program MBG serta Koperasi Desa Merah Putih masih belum tersedia, sementara sejumlah sekolah di Kecamatan Lepar dinilai membutuhkan perhatian lebih agar pemerataan pelayanan pendidikan dapat dirasakan seluruh masyarakat kepulauan. Yogi Maulana menilai, pembangunan desa tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan, melainkan harus menyentuh daerah-daerah kepulauan dan pesisir yang menjadi wajah penting Bangka Selatan.

“Kemajuan daerah tidak boleh meninggalkan masyarakat pesisir dan kepulauan. Anak-anak harus mendapatkan pendidikan yang layak, nelayan harus mendapat dukungan yang memadai, dan desa harus memiliki infrastruktur yang baik agar masyarakat bisa tumbuh dan sejahtera bersama,” ujarnya.

Reses tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat karena dinilai menghadirkan wakil rakyat muda yang aktif turun langsung mendengar kebutuhan warga. Kehadiran Yogi Maulana di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi jembatan aspirasi sekaligus mendorong percepatan pembangunan yang merata di Bangka Selatan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *