Rajut Silaturahmi Bersama USAID, Bahas Percepatan Pengelolaan Konservasi Di Bangka Belitung

PANGKALPINANG, LINESNEWS РPercaya akan pentingnya silaturahmi sebagai sarana untuk mempererat hubungan antara individu maupun instansi, Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel), Suganda Pandapotan Pasaribu mengundang tim dari United States Agency for International Development (USAID) Indonesia, yang pada kesempatan itu didampingi oleh pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI dan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI untuk makan malam bersama di Rumah Dinas Gubernur Kep. Babel, Senin (16/10/23).

Selain silaturahmi, kegiatan ini juga dilaksanakan untuk membahas pengelolaan kawasan konservasi yang akan ditetapkan ini berlokasi di Perairan Belitung. Yang mana ini merupakan kawasan konservasi ke-5 yang ada di Kep. Babel. Program seperti ini, tentunya bertujuan untuk memperkuat perlindungan keanekaragaman hayati laut yang ada di Bangka Belitung.

Bacaan Lainnya

“Dalam rangka merajut tali silaturahmi, kita mengundang tim USAID, Kementerian Kelautan, dan Kementerian Dalam Negeri untuk makan malam bersama. Mudah-mudahan proses pengelolaan konservasi di Kep. Babel bisa berjalan dengan baik. Karena ya, jika berjalan dengan baik, ini akan menguntungkan untuk provinsi kita,” kata Pj Gubernur.

Dikatakan oleh orang nomor satu di Kep. Babel, saat ini sedang dalam proses pembentukan Tim Satuan Kerja (Satker) di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kep. Babel, baru setelahnya semua akan mulai dilaksanakan.

“Saat ini sedang proses pembentukan satker. Nah, setelahnya barulah bisa berjalan yang lainnya. Semoga ini bisa segera berjalan, dan diharapakan bisa berlangsung di tahun ini,” ujar Pj Suganda.

Makan malam tersebut tampak hangat, ditambah lagi, para tamu disuguhkan hidangan makanan khas Kep. Babel, yakni Lempah Kuning Ikan Tenggiri. Selain itu, sebagai buah tangan, Pj Gubernur Suganda juga tak lupa memberikan Cincin Satam Hijau dari Pulau Belitung kepada Wakil Direktur Lingkungan Hidup USAID Indonesia, Mark Newton.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *