Bangka,linenews.co.id – Pasca diberhentikan DCW sebagai karyawati PT Timah atas viralnya kasus yang menimpa dirinya setelah sebelumnya mengejek honorer pengguna BPJS dimedia sosial membuat yang bersangkutan kian tersohor.
Pasalnya, setelah berhenti sebagai karyawati di PT Timah, DCW yang akrab disapa Ibu Suri ini menekuni dunia bisnis dengan berjualan kue yang sudah menjadi bisnis keluarga secara turun temurun.
Kepada sejumlah wartawan Dwi Citra Weni yang akrab disapa Ibu Suri saat berada di warung Seblak Teh Neng di Sungailiat, Sabtu (22/02/2025) menceritakan, bisnis kuliner ini sudah ia lakoni sejak tahun 2011 silam saat masih aktif menjadi karyawati di salah satu perusahaan BUMN di daerah ini.
Namun sejak ada masalah menimpa dirinya, ia pun mulai menekuni hobi keluarganya dengan membuat kue yang diberi nama cascade hororer dan remeng sultan ditahun 2020.
Menurut dia, lewat bisnis kuliner yang ditekuni, ia bisa meraih omset 10 sampai 12 juta/harinya.
Bahkan usaha yang ia jalani tak hanya diseputaran bidang kuliner saja, akan tetapi ia juga memiliki toko pecah belah, hingga master distributor skin care.
“Bagi saya ini mungkin hikmah dari kejadian yang terjadi sebelumnya, dimana kemungkinan saya disuruh fokus untuk menekuni bisnis ini, yang mana saya sendiri saja bisa menghasilkan 26 loyang untuk satu hari, tapi kalau sekarang sudah ada 3 asisten, alhamdulillah sehari itu bisa mencapai 100-120 loyang dengan omset 10-12 juta/hari,” katanya.
Bahkan saat masih kuliah saja, Ibu Suri mengaku sudah tertarik dengan dunia kuliner. Berbekal jurusan tekhnik kimia yang saat itu ia ambil, dirinya merasa antara hobi dengan jurusan yang diambil memiliki kesamaan dalam meneruskan bakatnya di dunia kuliner.
“Jadi kayak remeng sultan dan cascahe hororer saya buat sendiri tanpa pengawet, tanpa pengembang dan masih bisa basah dengan harga jual yang ekonomis sehingga banyak diminati masyarakat,” katanya.
Sementara, untuk produk kuliner tersebut ia dipasarkan mulai harga 75 ribu hingga 250 rupiah, sesuai dengan ukuran dan berat.
Tak cuma itu saja, toko kuliner miliknya yang berada di depan jalan Masjid Jamik Pangkal Pinang, dr Ekles ramai dikunjungi pengunjung. Oleh karena itu ia merasa bersyukur atas limpahan rejeki yang diberikan oleh sang maha kuasa atas sejumlah bisnis yang ia jalani ramai diminati konsumen.
“Lewat rejeki yang diberikan Allah kepada saya, ada juga milik orang lain. Jadi hari ini juga saya memberikan bantuan berupa kursi roda kepada adik kita yang bernama Alika (7) warga Sinar Jaya Sungailiat yang menderita sakit bawaan lahir,” katanya.
Ia berharap, bantuan yang ia berikan kepada Alika yang didiagnosa tim medis mengalami jantung bocor, pengapuran otak, pendengaran tuli berat dan mata katarak ini dapat bermanfaat dan mengurangi beban orang tuanya.
Sementara, orang tua Alika, Devi Aritia mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Ibu Suri yang telah membantu dan peduli terhadap kondisi yang dialami anaknya, Alika.
“Semoga Allah SWT membalas budi baik ibu Suri dengan kebaikan yang setimpal, Aamiin,” doanya
Penulis : Lio







