Lewat Ramadan Berbagi Kasih, Pemkab Bangka Tengah Tebar Kepedulian

Semangat gotong royong dan kepedulian sosial mewarnai kegiatan Ramadan Berbagi Kasih yang digelar di Asoka Supermarket Koba, Selasa (03/03/2026). Sebanyak 46 anak yatim dan piatu diajak langsung berbelanja kebutuhan Lebaran dalam suasana penuh keceriaan.

BANGKA TENGAH,LINESNEWS.CO.ID  – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial mewarnai kegiatan Ramadan Berbagi Kasih yang digelar di Asoka Supermarket Koba, Selasa (03/03/2026). Sebanyak 46 anak yatim dan piatu diajak langsung berbelanja kebutuhan Lebaran dalam suasana penuh keceriaan.

Menariknya, kegiatan ini tidak hanya digagas oleh pemerintah daerah melalui DPPKBPPPA Bangka Tengah, tetapi juga melibatkan Forum Anak Selawang Segantang sebagai pelopor gerakan sosial.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Bangka Tengah, M. Anas Ma’ruf, menilai keterlibatan Forum Anak menjadi bukti bahwa generasi muda mampu mengambil peran nyata di tengah masyarakat.

“Kalian telah menunjukkan bahwa anak-anak daerah ini bukan hanya generasi penerus, tetapi juga pelopor yang peduli terhadap sesama. Semangat kepemimpinan dan kepedulian sosial ini sudah tumbuh sejak dini,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, setiap anak menerima santunan sebesar Rp500.000 untuk berbelanja kebutuhan Lebaran. Pihak supermarket juga memberikan potongan harga 10 persen untuk pembelian pakaian.

Kepala DPPKBPPPA Bangka Tengah, Wiwik Susanti, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan menghadirkan kebahagiaan di bulan suci.

“Kami ingin memastikan mereka juga bisa merasakan kegembiraan menyambut Idulfitri. Sedikit uluran tangan kita bisa membawa kebahagiaan besar bagi mereka,” katanya.

Kegiatan ini turut didukung oleh Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Bangka Tengah, Bank Sumsel Babel, serta Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Bangka Belitung.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah berharap semangat berbagi tidak hanya hadir saat Ramadan, tetapi terus tumbuh sebagai budaya sosial masyarakat.MH

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *