PANGKALPINANG,LINESNEWS.CO.ID- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, melantik dan mengambil sumpah jabatan sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Ruang Pasirpadi, Kantor Gubernur, pada Rabu (3/6/2026).
Dalam arahannya yang disampaikan dengan nada tegas dan berapi-api, Gubernur Hidayat Arsani menegaskan komitmen kuatnya dalam menjaga kebersihan pemerintahan, menetapkan batasan tegas bagi keluarga pejabat, serta memberikan peringatan keras kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bekerja sesuai koridor aturan dan tidak menyakiti masyarakat.
Di awal arahannya, Gubernur mengingatkan kembali hak dan kewajiban para pejabat sebagai mitra kerja sekaligus abdi negara. Ia menekankan bahwa amanah jabatan yang diemban bukan hanya pertanggungjawaban di dunia semata, tetapi juga akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Tuhan Yang Maha Esa di akhirat kelak.
“Pertahankan dengan hak dan kewajiban sebagai mitra kerja yang baik, sebagai abdi negara, dan harus bertanggung jawab dunia dan akhirat. Saya sebagai Gubernur tidak pernah mencopot jabatan seseorang apabila jabatan itu dipegang dengan amalan yang selamat. Banyak yang saya luntangkan atau saya ganti, itu bukan ulah saya, bukan saya diktator, bukan saya tangan besi, bukan saya mendiamkan. Tapi itu murni perbuatan mereka sendiri,” tegas Hidayat.
Ia meminta agar pesan ini dicamkan baik-baik oleh setiap pejabat yang baru saja dilantik. Menurutnya, tugas pokok seorang pejabat adalah menjadi abdi negara dan abdi bangsa agar tata kelola pemerintahan tetap sehat.
“Jadilah pahlawan PNS yang setia melayani masyarakat, jangan sampai menyakiti masyarakat. Itu tugas utama kita sebagai pejabat pemerintah provinsi,” tambahnya.
Salah satu poin paling krusial dan menjadi sorotan utama dalam arahan Gubernur adalah soal integritas dan batasan peran keluarga pimpinan. Hidayat menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada istrinya yang hingga hari ini terbukti tidak pernah mencampuri urusan rumah tangga pemerintahan provinsi.
“Saya berterima kasih kepada istri saya yang tidak mencampuri urusan rumah tangga provinsi sampai hari ini, dan itu terbukti. Dan saya akan pegang kuat hal itu. Saya punya komitmen tegas dengan keluarga, anak saya semuanya jangan coba-coba mencampuri urusan pemerintahan di bidang apa pun,” ujarnya.
Gubernur pun membuat pernyataan terbuka dan tegas bahwa tidak ada satu pun anak atau istrinya yang berstatus sebagai kontraktor atau pemenang proyek di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Ia juga mengingatkan para istri pejabat untuk mengikuti aturan organisasi PKK dan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama yang tidak sesuai dengan aturan.
“Saya tidak ingin meninggalkan negeri ini nanti selain dalam keadaan husnul khotimah. Saya bangga jika nanti jenazah saya diantar ribuan orang, itu semua karena perbuatan baik yang saya lakukan selama memimpin,” ucapnya mencerminkan harapan akan jejak kepemimpinan yang baik.
Dalam gaya kepemimpinannya, Gubernur mengibaratkan dirinya sebagai seorang panglima yang bertanggung jawab penuh terhadap kinerja dan nasib bawahannya. Prinsip kerjanya sangat jelas dan transparan.
“Apabila bawahannya benar, kita pertahankan. Tapi kalau salah, kita perbaiki. Itu kunci utama,” ungkapnya.
Mengingat masa jabatannya yang masih panjang, yakni baru berjalan satu tahun dan masih tersisa enam tahun ke depan, Gubernur memperingatkan para pejabat untuk menjaga kinerja dan integritas secara konsisten.
“Jabatan itu tidak dihitung hari, bulan, atau tahun, tapi tergantung Bapak dan Ibu sekalian. Jangan sampai seminggu menjabat sudah punya masalah. Hati-hati dengan sumpah jabatan yang baru saja diucapkan. Jangan coba-coba, ingat rumus saya, satu tambah satu tetap dua, tidak ada sejarah menjadi tiga. Artinya, jangan menambah-nambah peraturan atau menyalahi aturan yang ada,” tegasnya mengingatkan konsekuensi berat dari sumpah jabatan.
Menutup arahannya, Gubernur Hidayat Arsani mengumumkan bahwa saat ini Pemerintah Provinsi telah menyiapkan dana sebesar 38 miliar rupiah yang dialokasikan khusus untuk pembangunan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Tujuannya agar seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), pejabat eselon III, IV, hingga staf memiliki kualitas yang handal, berkompeten, dan profesional.
Ia mengajak seluruh elemen pemerintahan untuk bersatu padu menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di daerah. Ia meminta agar pola pikir dan kebiasaan masa lalu yang identik dengan permainan politik ditinggalkan sepenuhnya.
“Tinggalkan dunia politik. Ini bukan dunia politik, ini dunia menuju jalan yang benar. Bapak Ibu, kita bersama-sama dengan Sekretaris Daerah, Pak Asisten, Staf Ahli, dan seluruh jajaran, akan menjalankan roda pemerintahan yang bersih, bebas dari korupsi, dan berpihak pada rakyat,” pungkas Gubernur Hidayat.
3 Pejabat yang Dilantik:
1. Yamoa Sebagai Kepala Disnaker Babel
2. Imam Gunadi Sebagai Inspektur Daerah
3. Megawati Sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak








