PANGKALPINANG,LINESNEWS.CO.ID– Menjelang perayaan Idul Adha 1447 H yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, harga tiket pesawat rute domestik di Indonesia tercatat mengalami kenaikan signifikan. Berdasarkan pemantauan di berbagai platform pemesanan daring dan laporan maskapai, lonjakan harga terjadi terutama pada rute-rute utama dan destinasi wisata favorit, seiring tingginya permintaan masyarakat yang memanfaatkan libur panjang untuk mudik, berwisata, atau berkumpul bersama keluarga.Rabu (27/5/26)
Kisaran Harga Tiket Pesawat Rute Utama
Berikut rincian harga tiket pesawat kelas ekonomi untuk perjalanan antara 25 Mei hingga 1 Juni 2026:
Rute Pulau Jawa – Luar Jawa
Jakarta – Denpasar: Rp1,3 juta – Rp1,8 juta / orang. Biasanya berkisar Rp700.000 – Rp950.000, naik hampir dua kali lipat.
Jakarta – Medan: Rp1,6 juta – Rp2,2 juta / orang. Paling mahal dibanding rute lain karena permintaan sangat tinggi.
Jakarta – Surabaya: Rp1,1 juta – Rp1,3 juta / orang. Naik sekitar 40% dari harga normal.
Jakarta – Yogyakarta: Rp933.000 – Rp1,1 juta / orang. Masih relatif terjangkau namun tetap lebih mahal dari hari biasa.
Jakarta – Makassar: Rp1,7 juta – Rp2,6 juta / orang. Salah satu rute dengan kenaikan tertinggi di Indonesia Timur.
Rute Sumatera
Medan – Jakarta: Rp1,57 juta – Rp1,9 juta / orang. Tiket termurah ada pada hari Idul Adha (27 Mei) seharga Rp1,57 juta, lalu naik perlahan hingga akhir pekan .
Medan – Kuala Lumpur: Rp800.000 – Rp900.000 / orang. Naik dua kali lipat dibanding hari biasa .
Medan – Penang: Rp700.000 – Rp1 juta / orang .
Rute Khusus & Perintis
Tanjung Selor – Long Bawan (Kalimantan Utara): Rp657.700 / orang. Harga bersubsidi dari pemerintah, tetap stabil meski saat libur, dilayani Susi Air dengan kapasitas terbatas 10–11 kursi sekali terbang.
Faktor Penyebab Kenaikan Harga
Permintaan Tinggi: Libur panjang Idul Adha berlangsung 4–5 hari, banyak orang berpergian bersamaan, sehingga sistem harga dinamis maskapai menaikkan tarif saat kursi makin sedikit.
Jadwal Tambahan Terbatas: Meski maskapai menambah jumlah penerbangan, kapasitas tetap tidak sebanding dengan lonjakan penumpang, terutama ke kota besar dan daerah asal mudik.
Biaya Operasional: Kenaikan harga bahan bakar pesawat dan biaya pelayanan bandara juga turut memengaruhi tarif akhir tiket.
Prediksi Pergerakan Harga
Puncak Harga: Terjadi pada 29–31 Mei 2026, saat masa libur panjang dan hari kembali berbondong-bondong. Beberapa rute bisa tembus di atas harga tertinggi saat ini.
Penurunan: Harga mulai turun perlahan mulai 1 Juni 2026, kembali ke kisaran normal sekitar 3–5 hari setelah hari raya.
Saran & Tips Bagi Penumpang
Pesan Sekarang: Tiket makin hari makin habis dan makin mahal. Jangan menunggu menit terakhir.
Fleksibel Tanggal: Jika bisa, berangkat 1–2 hari sebelum atau sesudah hari raya, selisih harga bisa sampai Rp300.000 – Rp500.000 lebih murah.
Cek Berbagai Maskapai: Bandingkan harga di Lion Air, Citilink, Garuda Indonesia, Batik Air, atau Wings Air, selisih antar maskapai cukup terasa.
Gunakan Promo: Pantau diskon atau cashback di aplikasi perjalanan seperti Traveloka, Tiket.com, atau aplikasi resmi maskapai, masih ada penawaran terbatas.
Maskapai penerbangan mengimbau calon penumpang untuk tiba di bandara lebih awal (minimal 2 jam sebelum berangkat) mengingat antrean keamanan dan pelayanan yang akan lebih padat dibanding hari biasa.yayuk/LN








