Gagal Curi Motor, Welly Buronan Rutan Polres Bangka Akhirnya Diringkus di Koba

Satu lagi tahanan yang melarikan diri dari ruang tahanan (Rutan) Kepolisian Resort (Polres) Bangka yakni Welly (25) berhasil diamankan anggota kepolisian, setelah melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor di wilayah Bangka melarikan diri Kabupaten Bangka Tengah (Bateng).

PANGKALPINANG,LINESNEWS.CO.ID – Satu lagi tahanan yang melarikan diri dari ruang tahanan (Rutan) Kepolisian Resort (Polres) Bangka yakni Welly (25) berhasil diamankan anggota kepolisian, setelah melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor di wilayah Bangka melarikan diri Kabupaten Bangka Tengah (Bateng).

Welli dengan menggunakan sepeda motor curian berhasil diamankan Tim Opsnal Polres Bangka Tengah bersama Opsnal Polres Bangka ketika berada di Jalan Pasar Lama, Kecamatan Koba.

Hingga saat ini sudah enam orang dari delapan orang tahanan yang kabur berhasil diamankan kembali oleh Kepolisian Daerah (Polda) Bangka Belitung (Babel) dan jajaran diantaranya Hari Dharma (25) dan M Tafkin (36) kemudian Yogi Triliando (32), Andri Darmawan (22) dan Supriyadi (23) serta Welly (25).

“Pihak kepolisian memberikan peringatan keras kepada para tahanan yang melarikan diri, agar dapat menyerahkan diri dalam batas waktu yang sudah ditentukan,” kata Kabid Humas Polda Babel, Kombes Pol Agus Sugiyarso, Kamis (9/4/2026) siang.

“Jadi masih dua orang lagi yang masih dalam pengejaran yakni Anugerah (23) dan Rosi Apriyanto (36),” ujarnya.

Pihak kepolisian menegaskan kepada dua orang tahanan yang masih buron, diminta segera menyerahkan diri, karena jika tidak maka akan diambil tindakan tegas hal ini dilakukan untuk menjamin keamanan dan ketertiban di masyarakat.

“Aparat di lapangan juga tidak ragu untuk melakukan tindakan tegas ditempat, apabila tahanan melakukan perlawanan atau terus melarikan diri,” tegasnya.

Kepada pihak keluarga yang mengetahui keberadaannya bisa bekerjasama dengan pihak kepolisian, untuk dapat melaporkan ke kantor kepolisian terdekat atau menghubungi call center 110.

Delapan orang tahanan tersebut melarikan diri dengan cara merusak bagian teralis sel dengan cara di gergaji.

Pihak kepolisian pun sampai saat ini masih mendalami asal usul gergaji yang digunakan untuk merusak teralis tersebut. Dugaan sementara, alat itu masuk saat proses besuk oleh keluarga tahanan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *