Dari Hobi Jadi Sumber Cuan, ASN di Koba Sukses Budidayakan Kelinci, Omzet Menjanjikan

Hobi yang ditekuni dengan serius bisa berbuah manis. Hal ini dibuktikan Topo, ASN di Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, yang sukses mengubah aktivitas memelihara kelinci menjadi sumber penghasilan tambahan.

BATENG, LINESNEWS.CO.ID — Hobi yang ditekuni dengan serius bisa berbuah manis. Hal ini dibuktikan Topo, ASN di Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, yang sukses mengubah aktivitas memelihara kelinci menjadi sumber penghasilan tambahan.

Berlokasi di kawasan Jalan Bypass, sekitar Jalan Pabrik Tahu samping RSUD Abu Hanifah Koba, Topo telah mengembangkan budidaya kelinci selama lebih dari setahun terakhir. Awalnya hanya sekadar mengisi waktu luang, kini justru menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

“Kelinci ini jenis New Zealand, selain itu ada juga yang lokal. Perkembangbiakannya cepat dan perawatannya relatif mudah,” ujarnya saat ditemui, Senin sore (20/04/2026).

Menurutnya, kelinci bisa berkembang biak pada usia sekitar tujuh bulan, dengan masa kehamilan hanya 28 hari. Dalam satu kali melahirkan, induk kelinci bisa menghasilkan 4 hingga 9 ekor anak.

Dari sisi ekonomi, kelinci usia dua bulan bisa dijual sepasang dengan harga sekitar Rp250 ribu. Bahkan, sejumlah pedagang pasar kerap datang langsung untuk membeli.

Namun di balik peluang tersebut, Topo menekankan pentingnya pemahaman dalam perawatan. Ia mengungkapkan masih banyak kesalahan umum yang dilakukan masyarakat, terutama dalam pemberian pakan.

“Banyak orang pikir kelinci itu makan wortel. Padahal itu justru bisa bikin diare dan kembung kalau diberikan segar,” jelasnya.

Menurutnya, anggapan bahwa wortel adalah makanan utama kelinci merupakan mitos yang keliru. Sayuran segar yang biasa dikonsumsi manusia tidak selalu cocok untuk sistem pencernaan kelinci.

“Karena itu banyak kasus kelinci mati, sebenarnya karena salah pakan,” tambahnya.

Dengan manajemen sederhana namun tepat, budidaya kelinci ala Topo kini tak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ladang cuan yang terus berkembang. (RB)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *