Dana Kelolaan LPDP Capai Rp195 Triliun, Siap Dukung Pendidikan Lanjutan Putra-Putri Babel

Dalam rangkaian sosialisasi Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Tahap 2 Tahun 2026 yang digelar di Universitas Bangka Belitung, Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, menyampaikan komitmen kuat lembaganya untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah. Ia juga membagikan pengalaman pribadi, kondisi dana kelolaan, serta tantangan yang dihadapi agar putra-putri Bangka Belitung tidak tertinggal dari negara tetangga.Jumat (10/7/26)

PANGKALPINANG, LINESNEWS.CO.ID — Dalam rangkaian sosialisasi Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Tahap 2 Tahun 2026 yang digelar di Universitas Bangka Belitung, Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, menyampaikan komitmen kuat lembaganya untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah. Ia juga membagikan pengalaman pribadi, kondisi dana kelolaan, serta tantangan yang dihadapi agar putra-putri Bangka Belitung tidak tertinggal dari negara tetangga.Jumat (10/7/26)

Dwi Larso membuka pemaparannya dengan berbagi pengalaman menempuh pendidikan doktoral di Amerika Serikat, tepatnya di Universitas Oregon, yang memakan waktu sekitar sembilan tahun, dari tahun 1998 hingga 2004.

“Saya sembilan tahun di Amerika. Memang tidak mudah, ada saja kesulitan dan kesalahan di sepanjang perjalanan. Tapi itulah bagian dari proses belajar, tidak perlu takut salah selama kita mau terus berusaha,” kenangnya.

Ia kemudian menyampaikan pesan tegas namun membangun kepada peserta, bahwa beasiswa bukan sekadar fasilitas yang didapatkan, melainkan hasil dari kerja keras dan kejujuran.

“Saya tantang teman-teman: siapkan diri untuk bekerja keras. Jika syarat belum lengkap, jangan dipaksakan mengajukan. Jika ketahuan tidak jujur, selain masuk daftar hitam LPDP selama lima tahun, saya juga minta agar yang bersangkutan ditindak tegas oleh institusinya,” tegasnya.

Ia menargetkan minimal 28 peserta dari lingkungan UBB dan perguruan tinggi lain di Babel untuk masuk ke kelompok pendaftar, guna mengikuti seleksi secara ketat dan terukur.

Dwi menjelaskan perkembangan dana kelolaan LPDP yang terus meningkat pesat sebagai bukti kepercayaan negara dan masyarakat.

“Ketika saya mulai terlibat pada tahun 2020, dana kelolaan LPDP baru sekitar Rp52 triliun. Sekarang, hanya dalam waktu enam tahun, jumlahnya sudah mencapai Rp195 triliun, hampir empat kali lipat. Dana ini dikelola secara profesional dan transparan, diinvestasikan untuk terus berkembang sehingga bisa mendanai lebih banyak penerima beasiswa,” paparnya.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan dana dilakukan secara bersih dan akuntabel. Bahkan ia menyatakan secara pribadi tidak mengizinkan keluarganya menggunakan fasilitas ini demi menjaga kepercayaan publik.

“Saya tidak akan izinkan anak saya sendiri mengambil beasiswa LPDP, agar semuanya terjaga keadilan dan kepercayaannya. Kami ingin yang berhak dan berprestasilah yang mendapatkan kesempatan,” ujarnya.

Salah satu poin utama yang disampaikan adalah kesenjangan jumlah tenaga terdidik antara Indonesia, khususnya Bangka Belitung, dengan negara tetangga seperti Malaysia, Vietnam, dan Thailand.

“Di daerah kita, jika berkumpul 200 orang, mungkin hanya satu yang bergelar S2 atau S3. Sementara di Kota Kinabalu, dengan jumlah yang sama, ada sekitar lima orang yang memiliki kualifikasi tersebut. Mereka lima kali lipat lebih banyak lulusan tingginya dibanding kita. Kalau kita sudah bisa mengalahkan mereka di sepak bola, masa kita kalah dalam kualitas sumber daya manusia?” tantangnya.

Untuk mengejar ketertinggalan ini, LPDP membuka berbagai skema, termasuk program pendanaan bersama (co-funding) yang saat ini tersedia lebih dari 2.000 kuota, dan akan terus ditambah sesuai kebutuhan.

Dwi mengajak seluruh peserta, baik dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, maupun alumni untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Ia menyebutkan bahwa proses pendaftaran sedang berlangsung dan waktu semakin mendekati batas akhir.

“Kesempatan sudah terbuka lebar, dana tersedia cukup, tinggal keberanian dan kerja keras teman-teman. Mari kita manfaatkan ini agar Bangka Belitung tidak hanya kaya sumber daya alam, tapi juga unggul dalam kualitas manusianya,” tutupnya.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan pembentukan kelompok pendaftaran untuk memantau perkembangan berkas calon penerima beasiswa.yayuk/LN

Tags: #BeasiswaLPDP #SDMBangkaBelitung #PendidikanTinggi #UniversitasBangkaBelitung #DanaPendidikan #StudiLuarNegeri

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *