KOBA,LINESNEWS.CO.ID – Dalam rangka memperingati HUT ke-171 Kota Koba, Komunitas Membaca dan Menulis Kreatif (KMMK) Bangka Belitung menggelar aksi tanam 171 mangrove serta bedah buku berjudul “Asal Mula Nama Koba dan Kubak” di kawasan Pantai Cemara, Sinarlaut, Sabtu (02/08/2025).
Kegiatan kolaboratif ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pokdarwis Cemara Sinarlaut, OSIS SMA Negeri 1 Koba, Saka Bhayangkara Polres Bangka Tengah, Saka Bakti Husada, hingga Pramuka Ambalan SMAN 1 Koba.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangka Tengah, Ari Yanuar, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif KMMK dalam aksi pelestarian lingkungan sekaligus penguatan literasi sejarah lokal.
“Kegiatan yang dilakukan oleh KMMK Bangka Belitung ini sangat penting. Aksi penanaman mangrove bukan hanya menjaga ekosistem pesisir dari abrasi dan gelombang pasang, tapi juga memberikan manfaat biologis sebagai habitat flora-fauna, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Ari Yanuar.
Ia juga menyoroti pentingnya bedah buku “Asal Mula Nama Koba dan Kubak” yang ditulis oleh Nurlinayanti, S.Pd., M.Pd., sebagai bagian dari upaya edukasi sejarah lokal bagi generasi muda.
“Bedah buku ini sangat bermakna karena memberikan pemahaman sejarah Kota Koba dan Kubak kepada anak muda. Ini adalah bentuk pelestarian ingatan kolektif yang patut didukung penuh oleh Pemerintah Daerah Bangka Tengah,” lanjutnya.
Ketua pelaksana kegiatan, Putri Anggun, yang juga menjabat sebagai Ketua KMMK Babel, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung.
“Saya menginisiasi penanaman 171 mangrove sebagai simbol HUT ke-171 Kota Koba. Terima kasih atas dukungan DLH Bangka Tengah, Kapolres Bateng, Kejari, Presidium Kota Koba, dan seluruh pihak yang telah bersama-sama menyukseskan kegiatan sederhana tapi bermakna ini,” ujarnya.
Anggun menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar penanaman pohon, tetapi juga upaya membumikan nilai-nilai sejarah lokal.
“Menanam mangrove adalah menyelamatkan lingkungan. Menulis sejarah adalah menyelamatkan ingatan. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” tuturnya penuh semangat.
Acara ini turut dihadiri oleh Kapolres Bangka Tengah, Kasubagbin Kejari Bangka Tengah, Presidium Kota Koba Syahrial, penulis buku “Asal Mula Nama Koba dan Kubak”, Lurah Padang Mulia, Babinsa Padang Mulia, serta berbagai organisasi pelajar dan komunitas lokal.* Sumber: KMMK/DLH Bangka Tengah







